Postingan

Pidato Akhir Jabatan

Salam Sejahtera bagi kita semua ………………….. Ketika Panitia Pelepasan minta saya untuk mempersiapkan pidato akhir jabatan, saya agak bingung, akhir jabatan apakah yang dimaksud. Di perguruan tinggi dikenal adanya jabatan struktural dan jabatan fungsional. Seperti telah dibacakan pada curriculum vitae , jabatan struktural sebagai Ketua Jurusan Farmasi sudah saya tinggalkan sejak tahun 1987. Jabatan Fungsional tidak akan diakhiri selama kondisi fisik dan mental masih memungkinkan, dan masih dibutuhkan di perguruan tinggi swasta. Jadi setelah dipikir-pikir, akhir jabatan yang dimaksud di sini yang paling sesuai ialah jabatan fungsional sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Universitas Hasanuddin, DepDikNas. Sebagai catatan informasi, dalam lingkungan UNHAS   beberapa Jurusan sudah mulai mengantisipasi menyongsong diubahnya status UNHAS menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN), yaitu dengan cara mengangkat kembali staf pengajarnya yang memasuki masa bakti (pensiun) menjadi dosen tet...

Human Right First

Hadirin yang kami muliakan, Pertama-tama ijinkan saya mengucapkan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Human Rights First dan teman-teman yang peduli dalam memperjuangkan dan menegakkan hak-hak asasi manusia. Merupakan hal yang sulit bagi saya menerima award ini sendirian. Saudara-saudara baru saja melihat (divideo) suami saya Munir, seorang yang menghidupi jalan kegelapan kaum tertindas. Dia seorang humanis sejati dan dampak kehilangannya tidak bisa dihitung. Seharusnya dia berada disini malam ini, seharusnya dia ikut dalam kemeriahan ini. Kenyataannya dia telah tiada dan duka ini tetap untuknya. Tentunya kita tidak hadir disini untuk berduka cita. Saya yakin kita hadir disini untuk ikut mendukung cita-citanya ‘berjuang untuk keadilan’. Kita percaya bahwa semua orang berhak untuk hidup bermartabat, bebas dari rasa ketakutan,penindasan dan kemiskinan. Hadirin yang terhormat, Kita hadir disini karena kita percaya bahwa kita harus berjuang untuk memeca...

Merindukan Masyarakat yang Damai

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته   إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونكبره ونقول الله أكبر الله أكبر و لله الحمد الله أكبر كبيرا   والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا . الحمد لله الذي شرع للناس عيدا مباركا ونعيما مشكورا ويوما مسرورا . والصلاة والسلام على من أرسله الله رحمة للعالمين بشيرا ونذيرا وعلى آله وصحبه ومن تبعهم باءحسان الى يوم الدين مؤمنا ومخلصا . أشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده . أما بعد فيا عباد الله أوصيكم واياي بتقوي الله فقد فاز المتقون يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudari kaum Muslimin dan Muslimat sidang ‘Idul Fitri yang berbahagia.             Pertama-tama marilah kita senantiasa bersyukur ke hadhirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk melaksanakan ibadah ‘Idul Fitri 1423 H pada pagi yang berbahagia ini. ...

Memaksimalkan Ramadhan

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى شَهْرَ رَمَضَانَ وَلِسَا ئِرِ الشُّهُورِ سَيِّدًا. وَكَمَّلَ فِيْهِ الْفَخْرَ حَيْثُ جَعَلَهُ لِلْبَرَكَاتِ وَالْخَيْرَاتِ مَوْرِدًا.  وَاَنْزَلَ فِيْهِ الْقُرْآنَ مَوْ عِظَةً وَشِفَاءً لِمَا فِى الصُّدُورِ وَهُدًى. اَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَاُتُوبُ اِلَيْهِ مُتَوَكِّلاً عَلَيْهِ مُعْتَمِدًا.  أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَا بِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. اَمَّا بَعْدُ. اَوصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَالْمُتَّقُونَ. اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ. قال النبي صلعم: شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَا مَهُ وَ سَنَنْتُ لَكُمْ قِيَامَهُ. فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ اِيْمَانًا وَاَحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُو بِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ.  (رواه ابن ماجه والبيهق) Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah Mengikuti se...

MENGAKHLAQKAN CARAPANDANG POSITIF

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah..             Saya ingin mengawali renungan kita kali ini dengan mengingatkan pada salah satu kisah kehidupan yang mungkin banyak tercecer di depan mata kita. Cerita ini tentang seorang kakek yang sederhana, hidup sebagai orang kampung yang bersahaja. Suatu sore, ia mendapati pohon pepaya di depan rumahnya telah berbuah. Walaupun hanya dua buah namun telah menguning dan siap dipanen. Ia berencana memetik buah itu di keesokan hari. Namun, tatkala pagi tiba, ia mendapati satu buah pepayanya hilang dicuri orang. Kakek itu begitu bersedih, hingga istrinya merasa heran. “masak hanya karena sebuah pepaya saja engkau demikian murung” ujar sang istri. “bukan itu yang aku sedihkan” jawab sang kakek, “aku kepikiran, betapa sulitnya orang itu mengambil pepaya kita. Ia harus sembunyi-sembunyi di tengah malam agar tidak ketahuan orang. Belum lagi mesti memanjatnya dengan susah payah untuk bisa memetiknya..” ...

Upaya Meningkatkan Minat Baca Masyarakat

Assalamu’alaikum wr.wb. -           Bapak Kepala Perpustakaan Nasional RI yang saya hormati; -           Para Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional Pustakawan dalam lingkungan Perpustakaan Nasional RI dan Instansi lainnya; -           Para undangan, hadirin yang berbahagia; -           Puji syukur kita panjatkan kehadirat   Allah SWT yang selalu melimpahkan nikmatnya   yang begitu banyak kepada kita hingga saat ini, sehingga bilamana kita mau menghitungnya maka pastilah tidak ada di antara kita yang dapat menentukan berapa jumlahnya. -           Terimakasih yang sedalam-dalamnya saya sampaikan kepada Kepala   Perpustakaan Nasional RI Bapak Drs. Dady P. Rachmananta, MLIS yang telah memperkenankan saya sebagai   salah seorang yang d...